Rabu, 28 Desember 2016


Perikanan budidaya laut

Perikanan budidaya laut membutuhkan biaya
lebih yang besar dibanding perikanan tangkap. Maka,
komoditas yang dipilih haruslah komoditas yang
memiliki nilai ekonomi tinggi. Tetapi jenis-jenis ikan
dengan nilai ekonomi tinggi seperti berbagai jenis
ikan karang menuntut habitat hidup berupa perairan
yang bersih dari pencemaran. Meskipun berada di
pantai utara Jawa yang umumnya sudah tercemar,
perairan Karimunjawa memenuhi spesifikasi perairan
yang bersih untuk budidaya kerapu dan rumput laut
(Tistiantoro, 2006;Ariyati dkk, 2007).
Pulau Karimunjawa menjadi pusat kecamatan
yang berjarak ± 83 km dari Kota Jepara, Jawa
Tengah. Memiliki luas sekitar 110.117,3 hektar
dengan Temperatur udara 23° - 32° C dengan
ketinggian 0 - 605 meter dari permukaan laut. Letak
geografis 5°42’ - 6°00’ LS, 110°07’ - 110°37’ BT
(DEPHUT, 2008). Keterbatasan lahan memaksa
dilakukannya suatu optimasi untuk menentukan
produk mana yang akan dibudidayakan agar
diperoleh keuntungan yang maksimal. Disisi lain,
kapasitas produksi bibit ikan dari hatchery dirasa
masih sangat kurang dibandingkan dengan potensi
pasar produk perikanan mengingat Jepara cukup
dekat dengan Semarang sebagai daerah pasar.
Beberapa komoditas perikanan budidaya laut yang
telah dibudidayakan di kepulauan Karimunjawa
diantaranya rumput laut, kerapu macan dan kerapu
bebek. Lama budidaya untuk kerapu macan 1–1,5
tahun, sementara kerapu bebek 1,5–2 tahun.
Umumnya saat panen kerapu hasil budidaya
berukuran 3 - 4 ekor per kg. Harga jual kerapu macan
Rp 160 ribu per kg dan kerapu bebek Rp 360 ribu per
kg. Benih didapat dari Bali dan Jepara, dengan
ukuran 10 cm. Harga benih Rp 1.500 per cm per
ekor (Trobos, 2012). Gambar ikan kerapu kerapu
bebek diberikan pada Gambar 1.
Gambar 1. Ikan Kerapu bebek
Sumber : Wikipedia
Pemrograman Linear
Model matematis perumusaan masalah umum
pengalokasian sumberdaya untuk berbagi kegiatan,
disebut sebagai Model Pemrograman Linear.
Tahapan dalam penelitian linear programmning atau
pemrograman linear meliputi (1) Formulasi masalah,
(2) Input persamaan linear dalam softwarre Quant
System, (3) Running software, (4) Analisa
sensitivitas. Analisis kepekaan adalah analisis yang
dilakukan untuk mengetahui akibat/pengaruh dari
perubahan yang terjadi pada parameter-parameter LP
terhadap solusi optimal yang telah dicapai. Penelitian
tentang dampak dari perubahan nilai paramter di
parameter linear ini dikenal dengan nama analisis
sensitivitas. (Dimyati, 2004).
J@TI Undip, Vol IX, No 3, September 2014 159
Model LP ini merupakan bentuk dan susunan
dalam menyajikan masalah-masalah yang akan
dipecahkan dengan teknik LP. Dalam model LP
dikenal 2 macam “fungsi”, yaitu fungsi tujuan
(objective function) dan fungsi-fungsi batasan
(constraint functions). Fungsi tujuan adalah fungsi
yang menggambarkan tujuan/sasaran didalam
permasalahan LP yang berkaitan dengan pengaturan
secara optimal sumber daya-sumber daya, untuk
memperoleh keuntungan maksimal atau biaya
minimal. Sedangkan fungsi batasan merupakan
bentuk penyajian secara matematis batasan-batasan
kapasitas yang tersedia yang akan dialokasikan secara
optimal ke berbagai kegiatan.
Untuk mengembangkan model linear
programming perikanan budidaya laut maka
parameter model diasumsikan deterministik dan
konstan. Parameter model diperoleh dari kajian
pustaka (Mayunar dkk, 1995; Ristek, 2001;Irzal dkk,
2006). Berikut parameter-parameter yang terlibat
dalam model perikanan budidaya laut .
1. Luas lahan total (ha)
Nilai ini diperoleh berdasarkan peraturan zonasi
di perairan Karimunjawa.
2. Asumsi modal pembiayaan (Rp/tahun)
Modal pembiayaan proyek pemanfaatan lahan
untuk budidaya laut nilainya diasumsikan.
3. Jenis komoditi
Yang diujicobakan merupakan komoditi yang
sesuai secara fisik, kimia, dan biologi untuk
dibudidayakan di perairan studi kasus.
4. Luas lahan budidaya laut sesuai berdasarkan
identifikasi kesesuaian lahan
 Lahan budidaya untuk ikan dalam KJA
 Lahan budidaya untuk rumput laut dengan
metode apung
 Lahan budidaya untuk kekerangan
5. Ketersediaan hatchery
Menggambarkan jumlah bibit yang dapat
digunakan untuk budidaya laut yang
direncanakan. Jumlah bibit dapat diperoleh dari
data statistik perikanan budidaya di wilayah studi
kasus.
6. Parameter ekonomi
Parameter ekonomi untuk studi kasus ini adalah
nilai dari koefisien beberapa input variabel
berikut (n adalah jenis komoditi) :
a. Keuntungan tiap kg komoditi
cn =
jumlah produksi pertahun perhektar
keuntungan produksi / thn / ha ....(1)
b. Biaya tiap kg komoditi
a1n=
jumlah produksi pertahun
Annualbiaya investasi biaya operasional .........(2)
c. Penggunaan lahan tiap kg komoditi
a2n=
jumlah produksi/ ha / thn
1 ,................(3)
d. Kebutuhan benih dari hatchery tiap kg komoditi
a5n=
jumlah produksi pertahun
jumlah kebutuhan benih/ thn .......(4)
Komoditas yang diujicobakan antara lain
kekerangan, ikan laut dengan metode Keramba Jaring
Apung (KJA) dan rumput laut dengan metode apung.
Model optimasi linear produksi budidaya laut studi
kasus perairan Karimunjawa sebagai berikut:
Fungsi Tujuan:
Maksimalkan nilai Z
Z=C1X1 + C2X2 + C3X3 + C4X4+ C5X5 + C6X6........(5)
Fungsi-fungsi kendala sebagai berikut:
a. Keterbatasan dana
a11X1+a12X2+a13X3+a14X4+a15X5+a16X6≤ b1......(6)
b. Kapasitas total lahan
a21X1+a22X2+a23X3+a24X4+a25X5+a26X6≤b2.......(7)
c. Luas lahan sesuai untuk metode apung
a21X1≤ b3.......................................................(8)
d. Luas lahan sesuai untuk KJA
a23X3+ a24X4+a25X5≤ b4.....................(9)
e. Ketersediaan bibit
a33X3 + a34X4+a35X5≤ b5 ...........(10)
dan X1 ≥ 0, X2 ≥0, X3 ≥0, ..., X6 ≥0......(11)
Keterangan:
C1 : keuntungan/kg Rumput laut (Rp)
C2 : keuntungan/kg Kerang darah (Rp)
C3 : keuntungan/kg Kerapu Bebek (Rp)
C4 : keuntungan/kg Kerapu Macan (Rp)
C5 : keuntungan/kg Kakap Putih (Rp)
C6 : keuntungan/kg Tiram Mutiara (Rp)
a11 : biaya produksi/ kg rumput laut /tahun/Ha
a12 : biaya produksi/ kg kerang darah /tahun/Ha
a13 : biaya produksi/kg kerapu bebek/tahun/Ha
a14 : biaya produksi/ kg kerapu macan /thn/Ha
a15 : biaya produksi/kg kakap putih /tahun/Ha
a16 : biaya produksi/ kg tiram mutiara/tahun/Ha
a21 : kebutuhan luas lahan/kg rumput laut (ha)
a22 : kebutuhan luas lahan/kg kerang darah (ha)
a23 : kebutuhan luas lahan/kg kerapu bebek (ha)
a24 : kebutuhan luas lahan /kg kerapu macan (ha)
a25 : kebutuhan luas lahan /kg kakap putih (ha)
a26 : kebutuhan luas lahan/kg tiram mutiara (ha)
a33 : kebutuhan bibit/kg kerapu bebek (ha)
a34 : kebutuhan bibit/kg kerapu macan (ha)
a35 : kebutuhan bibit/kg kakap putih (ha)
b1 : asumsi modal atau investasi total (Rp)
b2 : kapasitas total luas lahan budidaya (Ha)
b3: luas lahan sesuai untuk rumput laut (Ha)
b4: luas lahan sesuai untuk ikan dlm KJA (Ha)
b5 : jumlah bibit ikan yang tersedia (Kg)
Hasil dan Pembahasan
Formulasi pemrograman linear
Nilai dari parameter-parameter yang telah
diidentifikasi berdasarkan model linear programming
untuk perikanan budidaya laut kepulauan
Karimunjawa diberikan pada Tabel 1. Nilai
parameter parameter tersebut adalah sebagai berikut :
1. Luas lahan total (ha) perairan budidaya seluas
788.213 hektar.
2. modal pembiayaan sebesar Rp 1.000.000.000,00.
Jenis komoditi sesuai yang diujicobakan yaitu
J@TI Undip, Vol IX, No 3, September 2014 160
rumput laut, kerang darah, ikan kerapu tikus,
kerapu macan, kakap putih, serta tiram mutiara.
3. Luas lahan sesuai budidaya ikan dalam KJA
150,14 ha.
4. Luas lahan budidaya untuk rumput laut dengan
metode apung 42 ha.
5. Luas lahan budidaya untuk kekerangan
diasumsikan 788.213 hektar.
6. Ketersediaan hatchery 28.953ekor.
7. Parameter ekonomi dihitung dari analisis biaya
tiap komoditi berdasarkan biaya budidaya laut.
Parameter model linear programming
dimasukkan ke dalam formulasi matematis.
Fungsi Tujuan: Maksimumkan nilai Z
Z=282,11X1+1.572,5X2 + 180.309X3 + 9.873X4 +
910,41X5 + 85.453.281,65X6...............................(12)
Fungsi-fungsi kendala sebagai berikut:
1) Keterbatasan dana
19,16X1 + 1.927,5X2 + 125.197X3 + 70.575,37X4 +
3.163,01X5 + 314.546.718,3X6 ≤
1.000.000.000...........(13)
2) Kapasitas total lahan
0,0000125X1 + 0,000125X2 + 0,00000675X3 +
0,0000045X4 + 0,0000012X5 + 0,069 X6 ≤ 788.213
................ (14)
3) Kapasitas maksimum lahan potensial untuk
budidaya rumput laut
0,0000125X1 ≤ 42................................... (15)
4) Kapasitas maksimum lahan potensial budidaya
ikan dalam KJA
0,00000675X3 + 0,0000045X4 + 0,0000012X5 ≤
150,14............................(16)
5) Ketersediaan bibit
5X3 + 2,5X4 + 2,2X5 ≤ 28.953 ......................(17)
Dan X1 ≥ 0, X2 ≥0, X3 ≥0, ..., X6 ≥0..........(18)
Analisa Hasil Optimasi
Persoalan model optimasi budidaya laut
menggunakan linear programming kemudian
diselesaikan dengan bantuan software QS.
Berdasarkan output QS, model optimasi budidaya
laut mencapai solusi optimal dengan nilai Rp
2.163.846.000,00. Nilai ini dicapai dengan variabel
keputusan yang diproduksi yaitu X1 = 3.360.000 kg ,
X2= 109.290,10 kg, X3=5.790 kg, X4=0, X5=0, dan
X6=0. Hasil ini menggambarkan bahwa dilihat dari
segi ekonomi, kegiatan produksi yang menghasilkan
keuntungan maksimal adalah produksi rumput laut,
kerang darah, dan kerapu bebek saja. Jika dilihat dari
nilai keuntungan relatif usaha budidaya rumput laut
menggunakan analisis return cost ratio (R/C)
diperoleh nilai paling besar dibanding komoditas
lainnya yaitu 15,73. Nilai R/C kerapu bebek memiliki
nilai terbesar kedua yaitu sebesar 2,44 dan urutan
ketiga nilai R/C kerang darah sebesar 1,82. Nilai R/C

Tidak ada komentar:

Posting Komentar