I. PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Laut yang ada di Indonesia lebih luas dari
daratan, oleh karena itu Indonesia dikenal sebagai negara maritim. Perairan
laut Indonesia kaya akan berbagai biota laut baik flora maupun fauna. Banyak
daerah di laut dangkal yang diliputi oleh tumbuhan “rumput” air yang lebat,
yang secara umum disebut rumput-rumputan laut (lamun). Lamun merupakan tumbuhan
berbunga yang beradaptasi untuk hidup terendam di dalam air laut.
Lamun (sea grass), atau disebut juga ilalang
laut merupakan satu-satunya kelompok tumbuh-tumbuhan berbunga yang terdapat di
lingkungan laut. Tumbuh-tumbuhan ini hidup di habitat perairan pantai yang
dangkal. Seperti halnya rumput didarat, mereka mempunyai tunas berdaun tegak
dan tangkai-tangkai yang merayap yang efektif untuk berkembang biak. Berbeda
dengan tumbuh-tumbuhan laut yang lainnya (alga dan rumput laut), lamun
berbunga, berbuah, dan menghasilkan biji. Mereka juga mempunyai akar dan sistem
internal untuk menghangkut gas dan zat-zat hara. Salah satu bentuk kekayaan
flora di perairan Indonesia yaitu adanya tumbuhan lamun. Lamun adalah
satu-satunya kelompok tumbuhan berbunga yang hidup dilingkungan laut.
Lamun merupakan produktifitas primer di perairan
dangkal di seluruh dunia dan merupakan sumber makanan penting bagi banyak
organisme. Fungsi-fungsi di dalam ekosistem ini pun harus berlangsung dalam
satu satuan rangkaian dimana satu sama lainnya tidak dapat dipisahkan. Semua
ekosistem selalu terbuka, sebab semua ekosistem mempunyai batas-batas yang
nyata. Ada energi dan bahan-bahan yang terbentuk didalamnya yang terus menerus
keluar dari ekosistem setelah digunakan oleh organisme yang hidup
didalamnya.Tempat hidup sekelompok makluk hidup disebut habitat. Makro habitat
dibagi atas habitat darat dan habitat air.
Lamun sangat berperan dalam ekosistemnya yaitu
dalam hal dapat menstabilkan garis pantai karena lamun ini memiliki akar yang
terjalin dengan kuat sehingga dapat menstabilkan substrat yang ada agar tidak
cepat tererosi oleh arus maupun gelombang air laut.Selain itu juga fungsinya
dalam mempertahankan kehidupan dari biota-biota laut seperti ikan dalam bentuk
juvenille karen lamun ini berfungsi dalam hal nursery ground, feeding ground,
dan spawning ground. Tumbuh-tumbuhan ini hidup di habitat perairan pantai yang
dangkal, seperti halnya rumput didarat, mereka mempunyai tunas berdaun tegak
dan tangkai-tangkai yang merayap yang efektif untuk berkembang biak. Berbeda
dengan tumbuh-tumbuhan laut yang lainnya. Mereka juga mempunyai akar dan sistem
internal untuk menghangkut gas dan zat-zat hara.
Lamun merupakan produktifitas primer di perairan
dangkal di seluruh dunia dan merupakan sumber makanan penting bagi banyak
organisme. Keberadaan ikan-ikan tersebut perlu dijaga kelestariannya, terutama
jenis-jenis ikan penting yang hidup di daerah padang lamun. Berdasarkan latar
belakang di atas, maka dianggap penting untuk melakukan Identifikasi Jenis
Lamun Dan Uji Kualitas Air Di Perairan Pantai Tanjung Tiram.
B.
Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada praktikum Identifikasi Jenis Lamun dan Uji Kualitas Air di Perairan Pantai Tanjung Tiram yaitu :
1. Bagaimana mengidentifikasi Jenis Lamun di Perairan Pantai Tanjung Tiram?
2. Berapa hasil pengukuran uji kualitas air pada Perairan Pantai Tanjung Tiram?
C. Tujuan Praktikum
Tujuan pada praktikum Identifikasi Jenis Lamun dan Uji Kualitas Air di Perairan Pantai Tanjung Tiram yaitu :
1. Untuk mengidentifikasi Jenis Lamun di Perairan Pantai Tanjung Tiram.
2. Untuk mengetahui hasil pengukuran uji kualitas air pada Perairan Pantai Tanjung Tiram?
D. Manfaat Praktikum
Manfaat pada praktikum Identifikasi Jenis Lamun dan Uji Kualitas Air di Perairan Pantai Tanjung yaitu :
1. Untuk dapat mengidentifikasi Jenis Lamun di Perairan Pantai Tanjung Tiram.
2. Untuk mengetahui hasil pengukuran uji kualitas air pada Perairan Pantai Tanjung Tiram.
Rumusan masalah pada praktikum Identifikasi Jenis Lamun dan Uji Kualitas Air di Perairan Pantai Tanjung Tiram yaitu :
1. Bagaimana mengidentifikasi Jenis Lamun di Perairan Pantai Tanjung Tiram?
2. Berapa hasil pengukuran uji kualitas air pada Perairan Pantai Tanjung Tiram?
C. Tujuan Praktikum
Tujuan pada praktikum Identifikasi Jenis Lamun dan Uji Kualitas Air di Perairan Pantai Tanjung Tiram yaitu :
1. Untuk mengidentifikasi Jenis Lamun di Perairan Pantai Tanjung Tiram.
2. Untuk mengetahui hasil pengukuran uji kualitas air pada Perairan Pantai Tanjung Tiram?
D. Manfaat Praktikum
Manfaat pada praktikum Identifikasi Jenis Lamun dan Uji Kualitas Air di Perairan Pantai Tanjung yaitu :
1. Untuk dapat mengidentifikasi Jenis Lamun di Perairan Pantai Tanjung Tiram.
2. Untuk mengetahui hasil pengukuran uji kualitas air pada Perairan Pantai Tanjung Tiram.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Ekosistem laut di Indonesia mempunyai potensi
besar untuk menyerap CO2 sebagai gas utama penyebab utama
pemanasan global yang berimplikasi terjadinya perubahan iklim. Salah satu
sumber daya laut yang cukup potensial untuk dapat dimanfaatkan sebagai
penyerapan gas CO2adalah padang lamun yang secara ekologis padang
lamun mempunyai beberapa fungsi penting di daerah pesisir karena padang lamun
merupakan satu-satunya tumbuhan berbunga yang ada di laut yang memiliki peran
penting dalam penyerapan karbon di laut juga melalui proses fotosintesis
(Kawaroe, 2005 dalam Setiawan, 2012).
Pada struktur tingkatan trofik di perairan
dangkal. Tumbuhan lamun merupakan salah satu produsen primer. Sebagi produser,
lamun melakukan fotosintesis untuk menghasilkan bahan organic dari bahan
non-organik dengan bantuan sinar matahari. Produksi yang dihasilkan merupakan
peran kunci dari lamun karena bisa menghasilkan biomassa, serasah dan
tegakan-tegakan yang mempunyai banyak manfaat, baik secara ekologis maupun
ekonomis. Padang lamun data melindungi pantai dari gerusan ombak (Koch, et.
al., 2006), sebagai tempat hidup, berlindung dan memijah berbagai organisme
penyerap dan penyimpan karbon (Nellemann, et. al., 2009 dalam Supriadi,
2012).
Lamun (seagrass) adalah satusatunya
tumbuh-tumbuhan berbunga yang terdapat di lingkungan laut. Seperti halnya
rumput di darat, mereka mempunyai tunas berdaun yang tegak dan tangkai-tangkai
yang merayap efektifuntuk berkembang-biak dan mempunyai akar dan sistem
internal untuk mengangkut gas dan zat-zat hara (Romimohtarto dan Juwana, 2001)
Lamun juga merupakan tumbuhan yang telah menyesuaikan diri hidup terbenam di
laut dangkal. Lamun mempunyai akar dan rimpang (rhizome) yang mencengkeram
dasar laut sehingga dapat membantu pertahanan pantai dari gerusan ombak dan
gelombang. Padang lamun dapat terdiri dari vegetasi lamun jenis tunggal ataupun
jenis campuran (Hemminga and Duarte, 2000 dalamRappe, 2010).
Fungsi lamun tidak banyak dipahami, banyak
padang lamun yang rusak oleh berbagai aktivitas manusia. Padang lamun di
Indonesia mengalami penyusutan luasan 30 - 40 % dari luas keseluruhanya yang
diakibatkan oleh aktivitas manusia secara langsung (Nontji, 2009). Lamun
berkurang secara luas terjadi di belahan dunia sebagai akibat dari dampak
langsung kegiatan manusia termasuk kerusakan secara mekanis (pengerukan dan
jangkar), eutrofikasi, budidaya perikanan, pengendapan, pengaruh pembangunan
konstruksi pesisir, dan perubahan jaring makanan. Dampak kegiatan manusia
termasuk pengaruh negatif dari perubahan iklim (erosi oleh naiknya permukan
laut, naiknya 2 penyinaran ultraviolet), baik dari sebab-sebab alami, seperti
angin siklon dan banjir. Padang lamun yang mulai hilang ini diduga akan terus
meningkat akibat tekanan pertumbuhan penduduk di daerah pesisir (Febriyantoro,
2013).
Pada padang habitat lamun hidup berbagai macam
spesies hewan, yang berasosiasi dengan padang lamun, sebagai contoh menurut
Nybakken (1988) diperairan teluk Ambon Ambon ditemukan 48 famili dan 108 jenis
ikan yang adalah sebagai penghuni lamun, Hutomo & Martosewojo inDahuri
(2003) menemukan 360 spesies di teluk Banten. Sedangkan Nasution (2003)
menemukan 33 jenis ikan dari 22 famili di Pulau Bintan; Merryanto (2000)
menemukan 72 jenis dari 39 famili ikan yang berasosiasi dengan lamun di teluk
Awur Jepara (Kopalit, 2011).
III. METODE PRAKTIKUM
A.
Waktu dan Tempat
Praktikum Identifikasi Jenis Lamun dan Uji
Kualitas Air Di Perairan Pantai Tanjung Tiram dilaksanakan pada hari Minggu,
tanggal 10 November 2013 pukul 9.00-14.00 WITA, dan dilanjutkan kembali pada
hari Senin, pada tanggal 18 November 2013 pukul 14.00-15.00 WITA. Bertempat di
Perairan Tanjung Tiram dan Laboratorium Analitik, Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari.
B.
Alat dan Bahan
1. Alat
1. Alat
Alat yang digunakan pada praktikum Identifikasi
Jenis Lamun dan Uji Kualitas Air di Perairan Pantai Tanjung Tiram dapat dilihat
pada Tabel 1.
Tabel 1. Alat dan kegunaaan pada praktikum
Identifikasi Jenis Lamun dan Uji Kualitas Air di Perairan Pantai Tanjung Tiram
No.
|
Nama Alat
|
Kegunaan
|
1.
|
Buku identifikasi
|
Untuk mengidentifikasi
lamun
|
2.
|
Meteran rol
|
Untuk mengukur
|
3.
|
Tali raffia
|
Untuk membuat plot
|
4.
|
Botol Aqua
|
Sebagai tempat
menyimpan lamun
|
5.
|
Kamera
|
Untuk mengambil gambar
|
6.
|
Alat tulis
|
Untuk menulis hasil
pengamatan
|
7
|
Snorkel
|
Untuk mengamati lamun
didalam air laut
|
2. Bahan
Bahan yang digunakan pada praktikum Identifikasi
Jenis Lamun dan Uji Kualitas Air di Perairan Pantai Tanjung Tiram dapat dilihat
pada Tabel 2.
Tabel 2. Bahan dan kegunaan pada praktikum
Identifikasi Jenis Lamun dan Uji Kualitas Air di Perairan Pantai Tanjung Tiram
No.
|
Nama Bahan
|
Kegunaan
|
1.
|
Lamun
|
Sebagai objek yang
akan diamati
|
2.
|
Air
|
Sebagai media hidup
lamun
|
C. Prosedur Kerja
Prosedur kerja pada praktikum Identifikasi Jenis
Lamun dan Uji Kualitas Air di Perairan Pantai Tanjung Tiram adalah sebagai
berikut :
1. Menentukan tempat yang di inginkan seperti
pantai tanjung tiram.
2. Membuat garis transek sebanyak tiga titik.
3. Membuat plot 1 m x 1 m pada masing-masing
titik.
4. Mengamati lamun ada pada setiap plot beserta
organisme lain yang ada di dekat lamun yang diamati.
5. Kemudian mengidentifikasi dengan buku
identifikasi.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A.
Hasil Pengamatan
Hasil pengamatan pada praktikum Identifikasi
Jenis Lamun dan Uji Kualitas Air di Perairan Pantai Tanjung Tiram dapat dilihat
pada Tabel 3.
Tabel 3. Hasil pengamatan pada praktikum Identifikasi
Jenis Lamun.
No
|
Gambar pada titik I
|
Klasifikasi
|
1.
|
Regnum : Plantae
Divisio : Antophyta Classis : Angiospermae Ordo : Helobiae Familia : Potamogetonaceae Genus : Cymodocea Species : Cymodocea rotundata |
|
2.
|
Regnum : Plantae
Divisio : Antophyta Classis : Angiospermae Ordo : Helobiae Familia : Potamogetonaceae Genus : Cymodocea Species : Cymodocea rotundata |
|
3.
|
Regnum : Plantae
Divisio : Magnoliophyta Classis :Liliopsida Ordo : Hydrocharitales Familia :Hydrocharitaceae Genus : Enhalus Species :Enhalus acoroides Steud |
No
|
Gambar pada titik 2
|
Klasifikasi
|
1.
|
Regnum : Plantae
Divisio : Magnoliophyta Classis :Liliopsida Ordo : Hydrocharitales Familia :Hydrocharitaceae Genus : Enhalus Species :Enhalus acoroides Steud |
|
2.
|
Regnum : plantae
Divisi : Anthophyta Classis : Angiospermae Familia : Potamogetonacea Genus : Syringodium Species : Syringodium isoetifolium |
|
No
|
Gambar pada titik 3
|
Klasifikasi
|
1.
|
Regnum : Plantae
Divisio : Antophyta Classis : Angiospermae Ordo : Helobiae Familia : Potamogetonaceae Genus : Cymodocea Species : Cymodocea rotundata |
|
2.
|
Regnum : Plantae
Divisio : Magnoliophyta Classis : Liliopsida Ordo : Potamogetonales Familia : Cymodoceaceae Genus : Cymodocea Species : Cymodocea serrulata |
Data pengamatan uji kualitas air di Perairan
Tanjung Tiram dapat dilihat pada tabel 4.
Tabel
4. Pengamatan Uji Kualitas Air di Perairan Tanjung Tiram
No.
|
Kualitas Air
|
Lokasi
|
||
Titik 1
|
Titik 2
|
Titik 3
|
||
1.
|
Suhu
|
33ºC
|
31ºC
|
31ºC
|
2.
|
Kecerahan
|
42 cm
|
55 cm
|
56 cm
|
B . Pembahasan
Lamun hidup terendam di perairan laut.
Bagian-bagiannya adalah: rhizome, daun (thalus) dan akar. Lamun hidup di lautan
yang dangkal dan biasanya menempel pada substrat yang berlumpur, thalusnya
tegak berdiri dengan panjang bisa mencapai satu meter (Romimohtarto,2001).
Lamun dapat ditemukan di seluruh dunia kecuali di daerah kutub. Lebih dari 52
jenis lamun yang telah ditemukan. Di Indonesia hanya terdapat 7 genus dan
sekitar 15 jenis yang termasuk ke dalam 2 famili yaitu Hydrocharitacea (
9 marga, 35 jenis ) dan Potamogetonaceae (3 marga, 15 jenis).
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kehidupan lamun secara umum adalah
kualitas air, substrat dasar perairan. Kualitas air meliputi temperatur,
cahaya, salinitas dan nutrien.Temperatur merupakan salah satu faktor ekologi
perairan yang sangat penting, karena mempengaruhi proses-proses fisiologis
lamun, seperti ketersediaan dan penyerapan, nutrien, respirasi dan siklus
protein.
Menurut Romimohtarto (2001). Lamun tidak
memiliki stomata tapi memiliki kutikula tipis yang berfungsi untuk menyerap
nutrisi dari perairan, semua kegiatan lamun di lakukan dalam keadaan terbenam
dalam air, dai system perakarannya hingga daur generatifnya. Tumbuhan ini
tersusun dari bagian-bagian yang disebut Rhizome, daun dan akar. Rhizome
merupakan batang yang terbenam dan merayap mendatar serta berbuku-buku, dimana
pada buku-buku ini tumbuh batang pendek yang dekat ke atas, berdaun dan
berbunga serta terdapat juga akar.sistem perkembangbiakanya bersifat khas
karena mampu melakukan penyerbukan di dalam air (Nybakken, 1992).
Pengamatan lamun di perairan pantai Tanjung
Tiram dilakukan dengan menggunakan plot didalam air dengan meletakkan sebuah
plot tersebut didasar laut yang berukuran 1x1 meter. Namun sebelum itu dibuat
garis secara horizontal sepanjang 50 m, dimana setiap 10 m nya diamati oleh
kelompok yang berbeda-beda. Lamun yang berada pada plot merupakan objek
pengamatan pada praktikum ini. Cara pengamatannya yaitu dengan menggunakan
snorkel yang berfungsi untuk mempermudah pengamatan Lamun didalam air. Sampel
yang berhasil ditemukan disimpan pada botol aqua dan untuk selanjutnya
diidentifikasi dilaboratorium. Dimana pada plot pertama untuk titik pertama
dijumpai beberapa jenis lamun yang meliputi Cymodocea rotundata, dan Syringodium
isoetifolium.
Pengamatan lamun pada titik dua, dilakukan
dengan cara yang sama namun tempat plot yang berbeda yaitu dengan menarik garis
lurus secara horizontal sepanjang 50 meter dan 50 m ini dibagi 10 m untuk
masing-masing keolompok dimana dari garis ini dibuat plot dengan ukuran 1 x 1
meter. Di dalam plot ini terdapat beberapa jenis lamun. Lamun ini kemudian
diambil sampelnya dan disimpan di botol aqua kemudian diidentifikasi jenisnya
dengan buku identifikasi. Dari pengamatan yang telah dilakukan pada beberapa
jenis lamun ini dapat diketahui nama spesiesnya setelah dilakukan
pengidentifikasian dengan bantuan buku identifikasi lamun. Dari hasil
pengidentifikasian beberapa jenis lamun pada titik dua, diperoleh beberapa
spesies lamun yang meliputi Enhalus acoroides Steud dan Syringodium
isoetifolium
Pengamatan lamun pada titik tiga juga dilakukan
dengan cara yang sama yaitu dengan menarik garis lurus secara horizontal
sepanjang 50 meter. Dimana dari garis ini dibuat plot dengan ukuran 1 x 1
meter. Di dalam plot ini terdapat beberapa jenis lamun. Beberapa jenis lamun
ini merupakan objek pengamatan. Lamun ini kemudian diambil sampelnya dan
mengambil gambarnya. Dari pengamatan yang telah dilakukan pada beberapa jenis
lamun ini dapat diketahui nama spesiesnya setelah dilakukan pengidentifikasian
dengan bantuan buku identifikasi lamun. Dari hasil pengidentifikasian beberapa
jenis lamun pada titik dua, diperoleh beberapa spesies lamun yang meliputi Cymodocea
rotundata dan Cymodocea serrulata.
Hasil pengukuran uji kualitas air di Perairan
Pantai Tantung Tiram pada titik satu suhunya berada pada 33ºC, pada titik 2
suhunya 31ºC dan pada titik 3 suhu air laut diperoleh 31ºC. Suhu air laut di
perairan Pantai Tanjung Tiram dari ketiga titik tersebut masih tergolong normal
karena masih berkisar antara 30ºC - 35ºC. Lamun yang hidup pada suhu ini juga
keadaannya masih normal karena masih berada pada suhu yang pas untuk habitat
dari bento itu sendiri. Untuk pengukuran kecerahan kualitas air pada titik 1
dengan kedalaman 42 cm, pada titik 2 diperoleh kecerahan kualitas air 55 cm dan
pada titik ketiga 56 cm, Menurut Sastrawijaya (1991), cahaya matahari tidak
dapat menembus dasar perairan jika konsentrasi bahan tersuspensi atau zat
terlarut tinggi. Berkurangnya cahaya matahari disebabkan karena banyaknya
faktor antara lain adanya bahan yang tidak larut seperti debu, tanah liat
maupun mikroorganisme air yang mengakibatkan air menjadi keruh.
V. PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan pada praktikum
Identifikasi Jenis Lamun dan Uji Kualitas Air di Perairan Pantai Tanjung Tiram,
dapat kita tarik kesimpulan bahwa :
1.
Identifikasi Jenis Lamun, ada beberapa jenis lamun yang hidup di
perairan Pantai Tanjung Tiram yaitu Cymodocea rotundata, Cymodocea
serrulat, Syringodium isoetifolium, dan Enhalus acoroides Steud.
2.
Hasil pengukuran uji kualitas air di Perairan Pantai Tantung Tiram
pada titik satu suhunya berada pada 33ºC, pada titik 2 suhunya 31ºC dan pada
titik 3 suhu air laut diperoleh 31ºC. Suhu air laut di perairan Pantai Tanjung
Tiram dari ketiga titik tersebut masih tergolong normal karena masih berkisar
antara 30ºC - 35ºC. Lamun yang hidup pada suhu ini juga keadaannya masih normal
karena masih berada pada suhu yang pas untuk habitat dari bento itu sendiri.
Untuk pengukuran kecerahan kualitas air pada titik 1 dengan kedalaman 42 cm,
pada titik 2 diperoleh kecerahan kualitas air 55 cm dan pada titik ketiga 56
cm.
B. Saran
Saran saya pada praktikum Identifikasi Jenis
Lamun dan Uji Kualitas Air di Perairan Pantai Tantung Tiram ini yaitu :
1.
Sebaiknya praktikan tidak melakukan kegiatan lain diluar prosedur
kerja praktikum sebelum praktikum selesai.
2.
Untuk asisten sudah bagus cara membimbingnya namun kurang mampu
untuk mengarahkan praktikannya untuk melakukan suatu pengamatan karena
banyaknya praktikan.
3.
Untuk praktikum kedepannya, sebaiknya jumlah asisten ditambah agar
tidak kewalahan saat memberi bimbingan pada praktikannya namun kriteria asisten
yang direkrut nantinya memenuhi syarat.
DAFTAR PUSTAKA
Rappe, R.A., 2010, Struktur
Komunitas Ikan Pada Padang Lamun yang Berbeda Di Pulau Barrang Lompo, J. Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 2 (2) : 62-73.
Febriyantoro, dkk., 2013, Rekayasa Teknologi Transplantasi Lamun (Enhalus acoroides) di Kawasan Padang Lamun Perairan Prawean Bandengan Jepara, J. Penelitian Kelautan, 1 (1) : 1-10.
Setiawan, F., dkk., 2012, Deteksi Perubahan Padang Lamun Menggunakan Teknologi Penginderaan Jauh dan Kaitannya dengan Kemampuan Menyimpan Karbon di Perairan Teluk Banten, J.Perikanan dan Kelautan, 3 (3) : 275-286.
Kopalit, H., 2011, Struktur Komunitas Padang Lamun di Perairan Manokwari Papua Barat, J. Perikanan dan Kelautan, 7 (1) : 9.
Supriadi., Kaswadji, R. F., Bengen, D. G., Hutomo, M., 2012, Produktivitas Komunitas Lamun di Pulau Barranglompo Makassar., J. Akuatika, 3 (2) : 159-160
Febriyantoro, dkk., 2013, Rekayasa Teknologi Transplantasi Lamun (Enhalus acoroides) di Kawasan Padang Lamun Perairan Prawean Bandengan Jepara, J. Penelitian Kelautan, 1 (1) : 1-10.
Setiawan, F., dkk., 2012, Deteksi Perubahan Padang Lamun Menggunakan Teknologi Penginderaan Jauh dan Kaitannya dengan Kemampuan Menyimpan Karbon di Perairan Teluk Banten, J.Perikanan dan Kelautan, 3 (3) : 275-286.
Kopalit, H., 2011, Struktur Komunitas Padang Lamun di Perairan Manokwari Papua Barat, J. Perikanan dan Kelautan, 7 (1) : 9.
Supriadi., Kaswadji, R. F., Bengen, D. G., Hutomo, M., 2012, Produktivitas Komunitas Lamun di Pulau Barranglompo Makassar., J. Akuatika, 3 (2) : 159-160

![clip_image002[8]](file:///C:/Users/PERDAM~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.jpg)
![clip_image002[11]](file:///C:/Users/PERDAM~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image003.jpg)
![clip_image002[13]](file:///C:/Users/PERDAM~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image004.jpg)
![clip_image002[15]](file:///C:/Users/PERDAM~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image005.jpg)
![clip_image002[17]](file:///C:/Users/PERDAM~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image006.jpg)
![clip_image002[21]](file:///C:/Users/PERDAM~1/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image007.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar